Posting Terbaru

Labels

web counter

Tampilkan postingan dengan label update berita terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label update berita terbaru. Tampilkan semua postingan

Calon pemain naturalisasi multitalenta

Diposting oleh den imam Kamis, 10 Februari 2011 0 komentar

INILAH.COM, Jakarta - Satu lagi pemain Belanda keturunan Indonesia akan segera dinaturalisasi. Dia bernama Joey Suk. Siapa dan bagaimana kiprahnya? Simak profil lengkapnya.

Menurut Deputi Khusus Badan Tim Nasional (BTN) Imam Arif, pemain tersebut memang sempat luput dari pantauan BTN. Namanya muncul menjadi salah satu kandidat pemain timnas U-23 yang akan berlaga di ajang Pra Olimpiade dan SEA Games 2011 setelah direkomendasikan langsung oleh pelatih klub tempatnya bernaung, Go Ahead Eagles.

Joey saat ini tercatat masih memperkuat klub Go Ahead Eagles, sebuah klub di Eerste Divisie atau divisi tertinggi kedua di Belanda. Dia rekan setim Diego Michiels. Bedanya, jika Diego hanya beberapa kali diberi kesempatan memperkuat tim inti. Namun, Joey adalah salah satu pemain utama di klub itu.

Joey lahir di Deventer, Belanda, 8 juli 1989. Pemain serbabisa itu sejatinya berposisi sebagai bek tengah, akan tetapi dia juga bisa diposisikan sebagai gelandang bertahan ataupun gelandang serang.

Joey muda mengawali karier sepakbolanya di sebuah klub kecil di kota Deventer bernama DW Davo. Kemampuannya membaca pergerakan pemain membuat salah satu pemandu bakat Go Ahead Eagles yang saat itu menyaksikan dia berlaga kepincut. Joey kemudian dikontrak sebagai pemain tim cadangan Go Ahead Eagles.

Debutnya bersama tim inti Go Ahead Eagles terjadi pada 6 Februari 2009 dalam pertandingan tandang melawan FC Omniworld. Saat itu, dia bermain sebagai starter dan tidak digantikan selama 90 menit penuh. Go Ahead Eagles akhirnya menang dengan skor 1-2.

Semusim setelahnya, Joey dipromosikan sebagai penghuni tetap tim inti Go Ahead Eagles. Catatannya di musim ini terbilang cukup mengesankan. Dia tampil sebanyak 26 kali dan mencetak empat gol. Dikarenakan prestasi gemilangnya, Joey kabarnya saat ini sedang diincar beberapa klub Eredivisie atau kompetisi tertinggi di kancah sepakbola Belanda.

Tidak berbeda dengan pemain naturalisasi asal Belanda yang sudah terlebih dahulu memperkuat timnas Indonesia, Irfan Bachdim, Joey ternyata juga mempunyai tato. Tato tersebut terletak di tangan dan punggungnya. Tato yang ada di tangannya adalah sebuah guratan bertuliskan Deventer. Menurutnya, tato itu melambangkan kecintaannya terhadap kota kelahirannya. Kemudian, tato yang ada di punggungnya berupa sebuah gambar busur dengan sayap malaikat dan tertuliskan namanya di bawah gambar tersebut.

Joey rencananya akan tiba ke Jakarta pekan depan. Menurut penuturan Iman Arif, Joey akan diberi kesempatan mengikuti proses ujicoba selama sepekan. Mampukah pemain yang darah Indonesia-nya menetes dari sang ayah itu masuk menjadi salah satu punggawa timnas U-23 dan mengharumkan nama bangsa leluhurnya itu di kancah internasional? [nic]

Baca selengkapanya.....

Timnas U-23 taklukan Hongkong

Diposting oleh den imam 0 komentar

INILAH.COM, Hong Kong - Timnas U-23 Indonesia Pra Olimpiade melumat timnas U-23 Hong Kong dengan skor telak 4-1 dalam laga ujicoba di Pho Kong Village Park, Hong Kong, Rabu (9/2/2011).

Pelatih kepala timnas Alfred Rield membawa seluruh pemain yang mengikuti pelatnas, hanya minus empat pemain yang masih cedera dan Ruben Wuarbanaran yang belum mendapatkan paspor Indonesia.

Gol kemenangan pasukan Garuda Muda masing-masing ditorehkan Yongki Ariwibowo di menit ke-25, Titus Bonai (67), Aris Alfiansyah (80), dan satu gol bunuh diri pemain bertahan Hong Kong (30).

Seusai pertandingan, Alfred Riedl mengungkapkan dirinya puas dengan kinerja yang ditunjukkan para punggawa Garuda di pertandingan tadi. “ Permainan timnas makin meningkat. Koordinasi antarpemain juga semakin bagus. Tinggal masalah fisik dan cedera pemain saja yang menjadi kendala,” tuturnya seperti dinukil situs resmi PSSI.

Meskipun baru pertama kali menjajal rumput sintesis, Garuda Muda menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan ketimbang pada saat ditahan imbang 1-1 oleh Pelita Jaya U-21. Para Garuda Muda juga tampil penuh semangat berkat dukungan masyarakat Indonesia yang berada di Hong Kong.

“Atmosfer di sini cukup bagus. Pemain senang tampil di lapangan yang bagus dan cuaca pun cukup bersahabat. Kami ucapkan terima kasih juga kepada Bapak Teguh Wardoyo, Konjen RI yang turut menyaksikan pertandingan ini dengan membawa suporter Indonesia,”ungkap manajer timnas Iman Arif.

Rombongan Timnas Pra Olimpiade dijadwalkan kembali ke Tanah Air, Kamis (10/2/2011) pagi. Kemudian, rencananya mereka diberikan libur dua hari oleh pelatih asal Austria itu.

Inilah Komposisi Pemain Timnas U23 Indonesia

Penjaga Gawang : Kurnia Meiga

Belakang : Ahmad Farisi, Gunawan Dwi Cahyo, Septi Hadi, Safri Umri

Tengah : David Laly, Hendro Siswanto, Titus Bonai, Engelbert Sani

Depan : Fauzi, Yongki Aribowo. [nic]

sumber : inilah.com

Baca selengkapanya.....

Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah menawarkan empat pilihan terhadap jemaah Ahmadiyah, yakni menjadi agama baru tanpa atribut Islam, kembali ke ajaran Islam, dibiarkan, atau dibubarkan. Pernyataan diungkap Menteri Agama Surya Dharma Ali usai rapat tertutup bersama Menteri Dalam Negeri, Muspida Provinsi Banten, dan Kapolri di Serang, Banten, Rabu (9/2).

Pihak Ahmadiyah tidak tertarik terhadap tawaran Menteri Agama itu. Menurut juru bicara Ahmadiyah, Zafrulah Ahmad Pontoh, wewenang urusan agama hanya dimiliki presiden.

Aksi kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten, disesalkan banyak pihak karena berpotensi mengacam kerukunan umat beragama. Hari ini, DPR akan meminta keterangan Menteri Agama dan Kapolri terkait insiden tersebut.(WIL/SHA)

Baca selengkapanya.....

kronologi meninggalnya Adjie Massaid

Diposting oleh den imam Rabu, 09 Februari 2011 0 komentar

Jakarta-C&R/OMG-Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati menjelaskan jika wafatnya aktor dan politisi Adjie Massaid karena serangan jantung koroner akut. Berikut kronologinya.

"Jumat (4/2) malam, datang pasien berinisial AM (43), sekitar pukul 22.45 WIB dan langsung ditangani dengan diberi tindakan therapy jantung. Setelah sempat membaik, sekitar pukul 23.15 WIB, kondisinya kembali memburuk/kejang dan langsung dibantu oleh proses resutasi (tindakan pertolongan kedaruratan) dan pertolongan dengan obat-obatan. Pada pukul 00.45 WIB dinyatakan meninggal dan tidak tertolong lagi," tutur Dr. Lia Partakusuma, SpK (Direktur Medik dan Keperawatan) saat di Ruang Rapat Direksi RSUP Fatmawati Jl.RS Fatmawati, Cilandak Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2011).

Saat itu Adjie datang dengan mengeluh sakit di bagian dada. Ia selalu memegangi dadanya. Melihat hal itu, pihak rumah sakit pun langsung menangani Adjie di bagian spesialis jantung setelah terlebih dahulu melakukan anamesa (hasil wawancara dokter-pasien).

Dalam masa perawatan, diakui Dr. Lia, Adjie masih dalam keadaan sadar. "Hampir 40 menit sejak masuk ke RS, itu kondisinya sangat kritis. Tapi masih sadar. Dan Resutasinya juga sangat lama. Biasanya setengah jam selesai, tapi ini lebih dari itu, akhirnya tidak tertolong," ujar Dr. Lia menambahkan.

Sementara itu, Dr. Eddy Sunarjuniarto, Spjb, ahli spesialis jantung yang menangani Adjie, mengaku sudah melakukan upaya semaksimal mungkin. "Kita sudah tangani sesuai SOP, diberikan obat pengencer darah untuk memastikan apakah benar jantung koroner. Terus periksa fisik, rontgen, EKG, saat itu tiba-tiba timbul kegawatan, makanya dilakukan resutasi. Namun, tidak tertolong," papar Dr. Eddy. (Deva)


sumber : http://id.omg.yahoo.com/news/inilah-kronologi-wafatnya-adjie-massaid-versi-rsup-fatmawati-qs6k-2011020812362734.html

Baca selengkapanya.....

VIVAnews -- Konvensi jemaah Ahmadiyah yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari di distrik Gazipur, ibu kota Bangladesh, Dhaka, terpaksa dibatalkan setelah warga muslim setempat protes kepada pemerintah.

Seperti dilansir dari laman Gulf Times, Senin, 7 Februari 2011, kepala polisi Gazipur, Mizanur Rahman mengatakan, Minggu kemarin, sebuah kelompok muslim Sunni mengirimkan memorandum kepada pemerintahan distrik agar mencabut kembali izin konvensi Ahmadiyah.

Kekerasan yang kerap terjadi kepada jemaah Ahmadiyah akhirnya memaksa pemerintah untuk mencabut kembali izin konvensi. Ini membuat sekitar 8.000 jemaah yang telah sampai di Gazipur terkatung-katung.

Beberapa dari mereka menyesalkan hal ini. "Hak demokratis kami telah direnggut karena ancaman beberapa orang. Tapi kami menghormati hukum, jadi kami akan menuruti perintah pemerintah," ujar salah seorang panitia penyelenggara konvensi, Mir Mobasher Ali.

Khawatir akan adanya bentrokan antara Ahmadiyah dan Muslim Sunni di wilayah tersebut, polisi menurunkan beberapa kompi satuannya ke beberapa titik rawan di Gazipur.

Pemerintah juga memberlakukan UU Darurat dalam radius dua kilometer dari lokasi konvensi. UU Darurat ini melarang segerombolan orang berkumpul di jalan-jalan atau mereka akan ditangkap.

Aliran Ahmadiyah telah sejak lama dianggap sebagai agama di luar Islam oleh pemerintah Bangladesh. Sebanyak 100.000 jemaah Ahmadiyah juga kerap menjadi sasaran penghinaan, termasuk perusakan pada mesjid Ahmadiyah di Satkhira, 2005 lalu.

Pemerintah Bangladesh juga melarang penjualan, publikasi dan penyebaran buku-buku maupun booklet berisikan ajaran Ahmadiyah di negara tersebut. Pelarangan diberlakukan sejak 2004 lalu. (umi)

Baca selengkapanya.....

Kelemahan Timnas U-23

Diposting oleh den imam 0 komentar

VIVAnews - Pelatih Alfred Riedl membeberkan kelemahan timnas U-23 yang ditanganinya saat ini. Menurutnya, skill individu para pemain lokal masih jauh dari yang diharapkan.

Menurut Riedl, skill individu para pemainnya sangat buruk. Ini menandakan kalau para pemain tersebut tidak mendapat teknik dasar sepakbola yang baik di usia muda.

"Ternyata para pemain tidak mendapatkan pelajaran mengenai teknik dasar sepakbola saat mereka masih berusia muda," kata Riedl, Senin, 7 Februari 2011.

"Anda bisa lihat pemain Eropa yang datang ke sini (pemusatan latihan). Mereka rata-rata punya skill individu yang baik. Ini yang tidak dimiliki pemain lokal," lanjut Riedl.

Menurut Riedl, di Eropa, pemain-pemain timnas berusia 21-22 tahun sudah punya skill individu yang bagus. Ini membuat kerja pelatih jauh lebih mudah dalam mempersiapkan tim.

Riedl menambahkan, di Eropa, kemampuan dasar seperti menggiring bola, shooting, dan kontrol bola telah didapat pemain saat masih berusia 7-8 tahun. Kemampuan ini terus berkembang karena pemain kemudian mendapat pelatih bagus, fasilitas yang memadai, dan liga yang teratur.

"Skill individu seperti ini harusnya sudah dimiliki para pemain saat sudah berusia 21-22 tahun," beber Riedl.

Riedl sendiri mengaku kesulitan untuk memperbaiki kelemahan ini. Namun saat menggelar pemusatan latihan di Austria nanti, Riedl akan berusaha mengimbanginya dengan kelebihan yang dimiliki oleh para pemainnya.

"Dalam waktu dekat ini, mustahil bagi kami bisa memperbaiki skill individu para pemain,"kata Riedl.

"Namun saat di Austria nanti, saya yakin bisa memperbaiki untuk masalah taktik. Kami juga punya pemain dengan stamina dan tenaga yang kuat," pungkas pelatih asal Austria itu.

Dalam waktu dekat ini, tim nasional (timnas) akan menggelar dua laga Pra Olimpiade 2012 lawan Turkmenistan. Leg pertama digelar di Indonesia pada 23 Februari 2011 nanti, dan leg kedua akan digelar di Turkmenistan pada 9 Maret.

Setelah duel ini, timnas selanjutnya akan melanjutkan pemusatan latihannya di Austria. Training camp ini rencananya akan digelar pada April-Mei 2011. (sj)

Baca selengkapanya.....

Google Translate